KAWAK - Produk kerajinan ukir patung Kabupaten Jepara sudah banyak dikenal masyarakat luas, bahkan hingga manca Negara. Namun, tanah kelahiran RA Kartini ini masih memiliki potensi produk kerajinan yang bisa dikembangkan. Misalnya kerajinan dari bambu dan rotan. Melihat potensi kerajinan desa yang dapat berkembang jika dikelola dengan baik, sejumlah pemuda Desa Kawak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Jepara menggelar pameran produk lokal unggulan. Selama tiga hari, mulai Rabu (13/3) produk kerajinan dari bambu yang menjadi andalan Desa Kawak bakal dipamerkan. Kerajinan bambu hasil tangan trampil ibu-ibu itu tidak dipamerkan di etalase toko-toko souvenir atau gedung mewah, melainkan di halaman rumah warga.
Ya, bertempat di Dukuh Engkrengan Desa Kawak pameran itu dilangsungkan. “Sengaja kami pamerkan di desa kami sendiri, biar masyarakat luar yang tertarik datang kemari,” ujar Eko Purwanto, Petinggi (kepala desa) Kawak. Lebih lanjut kepala desa yang dilantik 1 tahun silam itu menambahkan, kerajinan bambu di desa yang dipimpinnya berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan produk unggulan dari Desa Kawak. Saat ini, jumlah pengrajin kerajinan bambu mencapai 75 orang.
“Sejak bisnis mebel lesu, warga terutama ibu-ibu kembali menekuni membuat kerajinan bamboo,” katanya. Siti Aminah, warga Desa Kawak mengaku dirinya membuat kerajinan dari bambu seperti tempat tisu, nampan, lampu hias, dan beragam perabotan rumah tangga lainnya sejak dua puluh tahun silam. Namun, sejak bisnis mebel ramai dan Asosiasi Pengrajin Jepara bubar, dirinya tak lagi menggeluti usaha kerajinan bambu. “Masih membuat tapi sedikit, paling-paling hanya dijual ke pasar saja,” katanya. Siti menambahkan, produk kerjainan bambu dari desanya pernah menjadi salahsatu andalan produk kerajinan dari Jepara. Beberapa wisatawan luar negeri pun menyambangi rumahnya untuk belajar membuat anyaman dari bambu. “Untuk menambah pengetahuan, dulu kami juga melakukan studi banding keberbagai daerah seperti Tasikmalaya, Jogja, dan Bali,” ujar Siti. “Hasilnya ya, seperti ini,” imbuh Siti sembari menunjukan kepada Jaringnews.com sejumlah kerajinan dari bambu buah tangan trampilnya.
(JR-Jaringnews.com)KAWAK - Produk kerajinan ukir patung Kabupaten Jepara sudah banyak dikenal masyarakat luas, bahkan hingga manca Negara. Namun, tanah kelahiran RA Kartini ini masih memiliki potensi produk kerajinan yang bisa dikembangkan. Misalnya kerajinan dari bambu dan rotan. Melihat potensi kerajinan desa yang dapat berkembang jika dikelola dengan baik, sejumlah pemuda Desa Kawak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Jepara menggelar pameran produk lokal unggulan. Selama tiga hari, mulai Rabu (13/3) produk kerajinan dari bambu yang menjadi andalan Desa Kawak bakal dipamerkan. Kerajinan bambu hasil tangan trampil ibu-ibu itu tidak dipamerkan di etalase toko-toko souvenir atau gedung mewah, melainkan di halaman rumah warga.
Ya, bertempat di Dukuh Engkrengan Desa Kawak pameran itu dilangsungkan. “Sengaja kami pamerkan di desa kami sendiri, biar masyarakat luar yang tertarik datang kemari,” ujar Eko Purwanto, Petinggi (kepala desa) Kawak. Lebih lanjut kepala desa yang dilantik 1 tahun silam itu menambahkan, kerajinan bambu di desa yang dipimpinnya berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan produk unggulan dari Desa Kawak. Saat ini, jumlah pengrajin kerajinan bambu mencapai 75 orang.
“Sejak bisnis mebel lesu, warga terutama ibu-ibu kembali menekuni membuat kerajinan bamboo,” katanya. Siti Aminah, warga Desa Kawak mengaku dirinya membuat kerajinan dari bambu seperti tempat tisu, nampan, lampu hias, dan beragam perabotan rumah tangga lainnya sejak dua puluh tahun silam. Namun, sejak bisnis mebel ramai dan Asosiasi Pengrajin Jepara bubar, dirinya tak lagi menggeluti usaha kerajinan bambu. “Masih membuat tapi sedikit, paling-paling hanya dijual ke pasar saja,” katanya. Siti menambahkan, produk kerjainan bambu dari desanya pernah menjadi salahsatu andalan produk kerajinan dari Jepara. Beberapa wisatawan luar negeri pun menyambangi rumahnya untuk belajar membuat anyaman dari bambu. “Untuk menambah pengetahuan, dulu kami juga melakukan studi banding keberbagai daerah seperti Tasikmalaya, Jogja, dan Bali,” ujar Siti. “Hasilnya ya, seperti ini,” imbuh Siti sembari menunjukan kepada Jaringnews.com sejumlah kerajinan dari bambu buah tangan trampilnya.
(JR-Jaringnews.com)
Judul:
Pameran Kerajinan Bambu
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Kamis, Maret 14, 2013
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Kamis, Maret 14, 2013


0 komentar :
Posting Komentar